Kang Sapta dan Pilihan Hidup
Siang ini sesuai janji, aku bertemu kang Sapta di pantai Parangtritis. Tengah hari yang panas di tepi pantai. Meskipun terasa segar oleh hembusan angin laut tapi bisa membuat kulit menghitam, gosong. Aku memilih menaiki bukit menuju area makam Syeh Bela Belu. Dari situ pemandangan pantai lebih indah dengan hamparan bukit pasir dan miniatur ka’bah, serta [...]
Batas lamunan – batas kehidupan
Postingan kali ini adalah murni lamunan atau lebih tepatnya ngelantur dan “melenturkan” pikiran di antara materi seminar yang berkutat masalah bencana alam dan akan diteruskan dengan kunjungan lapangan ke Jakarta dan Bengkulu (tentu ke lokasi bencana) hingga akhir bulan ini. Akan sangat melelahkan tapi semoga banyak hikmah yang akan ku dapatkan.
Sudah cukup intronya, sekarang tarik [...]
Kang Sapta dan si botol anggur
Setelah melakukan perjalanan dua hari menyusuri Pantai Utara Jawa, kang Sapta bermasuk istirahat di kota terdekat sebelum petang menjelang. Sepanjang perjalanan senja itu yang ditemui hanyalah persawahan dan beberapa perkampungan kecil. Tempat yang asing baginya mengingat baru pertama ini menyusuri wilayah tersebut selama pengembaraannya mencari jati diri bersama mobil putih kesayangannya.
Hari semakin gelap. Karena tidak [...]
Hampa
Menatap malam hitam
kefanaan
diantara raksasa tiang
sandaran hati
Tuju teralihkan cahaya gading
fatamorgana
diantara ritme pujian
ektase diri
(Bait-bait singkat diatas adalah ungkapan hati yang muncul setelah sekian tahun kita habiskan umur kita sambil merapalkan puji-pujian kepada Illahi, tapi ternyata yang terucap hanyalah kehampaan dari desah bibir yang mewakili nafsu ragawi tanpa peduli hati nurani.
Kapankah kita akan mulai perjalanan nurani dengan jiwa [...]


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://nursapto.com/wp-content/uploads/valid-rss.png)