Pesta makan malam buatan Ibu
Posted on | December 6, 2009 | 32 Comments
“Ani!!….” ibu memanggilku dari dapur.
“Iya, Bu….” aku segera menyahut, meninggalkan kedua adikku Tina dan Toni yang sedang belajar menggambar, lalu menuju dapur.
“Ada apa, Bu?” tanyaku sambil memperhatikan ibu yang sibuk dengan muka sedikit tersenyum.
“Tolong bantu ibu menghaluskan gula merah yang ada di toples itu ya, ibu mau membuat bubur merah untuk makan malam kita.”
“Horee…..bubur merah!!!,” aku setengah berteriak dari balik dapur,”Tina! Toni!….sebentar lagi kita makan bubur merah, jangan nakal ya….mbak Ani akan membantu ibu dulu,” aku sangat bersemangat membantu ibu.
Aku adalah anak sulung dari tiga bersaudara Aku, Tina dan Toni. Kami hidup sangat sederhana kalau tidak dibilang miskin sekali. Rumah berdinding anyaman bambu. Bapak hanya kerja serabutan sementara ibu harus mengurus tiga anak yang masih kecil-kecil.
Tiap hari menu makan kami hanyalah nasi dengan sayur seadanya dan lauk tempe atau krupuk, itupun kalau ada. Jadi makan malam dengan menu bubur merah yang panas di tengah cuaca malam yang dingin tentu sangat berselera.
Pesta pun dimulai. Ibu menyajikan tiga piring bubur untuk kami bertiga. “Makannya hati-hati ya, masih panas. Sendok sedikit-sedikit dari pinggir jangan langsung ditengahnya”. Ibu memperhatikan kami yang makan dengan lahap. Bahkan Tono yang masih 4 tahun itu tambah satu porsi lagi.
“Lha… bubur ibu mana, kok tidak dimakan?” tanyaku
“Ibu makannya nanti saja dengan bapak kalau kalian sudah selesai.”
Bapak tampak diam saja tanpa banyak ekspresi sambil menyulut rokok kretek buatan sendiri.
Malam itu tidur kami sangat lelap dengan diiringi semilir angin malam yang menembus dinding bambu rumah kami namum selalu diselimuti dengan kehangatan cinta kasih ibu dan bapak.
88888888-Lima belas tahun berlalu-88888888
“Assalamu ‘alaikum…….Bu…..Ani pulang!” Aku mengetuk pintu lalu langsung bergegas masuk ke dalam rumah. Tampak ibu dengan daster panjangnya berlari kecil menuju kearahku, wajahnya yang semakin renta tampak berbinar. Kami berpelukan erat sekali. “Alhamdulillah, Ani…akhirnya kamu pulang juga, ibu sangat rindu.” Bapak, Tina dan Toni mendekati kami dan kamipun berpelukan.
“Nak….kamu kelihatan jauh lebih cantik dan putih. Bukankah di Hongkong kamu jadi pembantu rumah tangga, lha kok ini malah kelihatan seperti orang kantoran, bersih”
“Wah…..masak sih, Bu……ini semua khan berkat doa restu ibu dan bapak. Dan sejak berangkat jadi TKW dulu saya sudah yakin, dengan restu kedua orang tua saya akan selamat bekerja disana dan pulang membawa hasil, buktinya sekarang rumah kita sudah tidak gedhek lagi, Tina dan Toni juga bisa sekolah. Bulan depan saya akan berangkat lagi biar kita terbebas dari kemiskinan.” begitulah semangatku selalu menggebu demi orang tua dan adik-adikku.
“Sudah Ani, ibu tidak setuju kalau kamu berangkat lagi. Kamu sudah berumur dan bapak ibu juga semakin renta. Sebaiknya kamu mulai menata hidupmu sendiri. Membuka usaha kecil-kecilan di rumah dan mulai berpikir untuk berumah tangga.” Ibu meminta dengan wajah penuh harap. Bagiku itu adalah bukan permintaan lagi tapi keputusan. Jadi aku pasrah saja yang terbaik untuk keluarga.
Hari segera bergulir sore. Aku menghampiri ibu yang sedang membuatkan secangkir kopi untuk bapak. Rupanya selera bapak tak pernah berubah. Sejak kami kecil, beliau suka secangkir kopi pahit dengan segumpal gula merah yang akan digigit dahulu sebelum menyeruput kopi. Aku pernah mencoba dan rasanya sangat nikmat, meskipun aku bukan penggemar kopi.
Tiba-tiba aku teringat pesta bubur merah waktu kecil dulu. Aku segera mendekati ibu sambil bicara pelan. “Bu, Ani kangen dengan bubur merah buatan ibu dulu. Bagaimana kalau malam ini kita membuat bubur yang sama untuk makam malam pasti sangat enak,” aku menatap wajah ibu dengan penuh harap.
Ibu sedikit kaget, wajahnya menatap dalam kearahku, rautnya tampak berubah sedih lalu tiba-tiba berusaha senyum kembali “Ani……kamu khan sudah besar, jadi tidak apa-apa khan kalu ibu cerita jujur kepadamu?”
“Tentu dong, Bu……cerita apa?”
“Sebenarnya malam itu ibu tidak merasakan enaknya pesta bubur merah, juga bapak. Ibu melakukan itu karena terpaksa.”
Aku jadi bingung campur aduk,”kok terpaksa sih Bu, bukankah……..?”
“Malam itu kami kehabisan segalanya, hanya setakar gelas beras tersisa dan segenggam gula merah untuk kopi bapak. Tak ada bumbu dapur dan sayur, kecuali garam. Ibu sangat panik waktu itu karena harus memberi makan malam apa kalian bertiga. Pada akhirnya bapak harus merelakan gula merahnya. Ibu tak pernah berpikir bahwa itu akan menjadi pesta makan malam kalian yang sangat berkesan.”
Aku tak dapat membendung air mataku dan langsung menghambur memeluk ibu sambil meminta maaf karena telah mengingatkan ibu pada kondisi yang menyedihkan.
“Pada akhirnya suatu saat kamu pasti menjadi seorang ibu yang harus bersikap bijaksana terhadap suami dan anak-anakmu. Jadi pesan ibu, jangan pernah kau bawa kesedihanmu di depan anak-anakmu yang akan membuat mereka jadi rapuh dan kehilangan kebahagiaannya. Hingga pada saatnya mereka siap untuk mengerti.”
catatan:
Kisah ini ditulis sebagai pertisipasi dalam Karnaval Blog: Minum Teh Bersama Ibu dari Kyaine blog.
Selamat membaca.
Comments
32 Tanggapan to “Pesta makan malam buatan Ibu”
Leave a Reply


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://nursapto.com/wp-content/uploads/valid-rss.png)
December 6th, 2009 @ 12:45
artikel ini sdh tercatat di blog carnival mas..
terima kasih atas partisipasinya.
December 6th, 2009 @ 12:51
[...] Pesta makan malam buatan Ibu “Ani!!….” ibu memanggilku dari dapur. “Iya, Bu….” aku segera menyahut, meninggalkan kedua adikku Tina dan Toni yang sedang belajar menggambar, lalu menuju dapur. “Ada apa, Bu?” tanyaku sambil memperhatikan ibu yang sibuk dengan muka sedikit tersenyum. “Tolong bantu ibu menghaluskan gula merah yang ada di toples itu ya, ibu mau membuat bubur merah untuk makan malam kita.” “Horee…..bubur merah!!!,” [...] [...]
December 6th, 2009 @ 13:17
ibu… ibu… memang kasih ibu selalu menaungi anak2nya.. apapun dilakukan untuk membuat anaknya bahagia..
mantap kisahnya bang..
December 6th, 2009 @ 14:11
oya.. alhamdulilah ambon aman terkendali bang…
December 6th, 2009 @ 14:15
@Guskar: makasih Mas, semoga berkenan.
@Muhamaze: itu berdasarkan kisah nyata kok Mas, tinggal membesut sedikit alur ceritanya.
December 6th, 2009 @ 15:10
Paling gampang memang nulis kisah nyata Mas…
Alurnya sudah tersedia, tinggal mbumboni…
#Mumpung ada ide sekilas Pak, jadi cepet2 ditulis sebelum kabur lagi#
December 6th, 2009 @ 19:52
banyak ya cerita sama ibu. Betul kalo ada yang bilang lautan tinta tidak akan cukup untuk menuliskannya. Kisah ini mengingatkan saya sama alm Ibu Mas. Trims.
#Tak kan habis waktu untuk mengenang kasih sayang ibu. Sama Kang…juga mengingatkan saya dg alm ibu saya#
arkasala´s last blog ..Cerita Blog Di Suspend
December 6th, 2009 @ 23:16
apakah yang takkan dilakukan ibu untuk kita? terimakasih atas kisah yang menyentuh ini mas nur..
#Duh…. seneng ya BUndo jadi ibu yang akan selalu dikenang anak-anaknya#
nakjaDimande´s last blog ..Ku Cium Wangi Rendang di Langit Bukittinggi
December 7th, 2009 @ 09:22
Mantap sekali mas kisahnya. bubur merah di tempatku juga masih sering ada kadang di beri oleh tetangga.
saya jadi brebes mili mas, menyedihkan kisahnya.
btw, apa kok enak ya minum kopi menggigit gula merah ebih dulu…. bisa di coba…tapi kayaknya juga nggak enak mas… he..
#Enak sekali mas, ada sensasi manis yang diguyur dengan pahit tapi hangat. Dulu dikampungku hal tersebut biasa dilakukan, sekarang nggak tahu#
December 7th, 2009 @ 12:16
mbrebes mili aku mas,moco tulisan iki
kasih ibu memang benar2 tiada duanya
#Semoga menjadi perenungan supaya lebih mencintai kedua orang tua#
galuharya´s last blog ..Bu Supiyah sang Wonder Mom
December 7th, 2009 @ 16:52
Begitu seorang ibu menjaga hati kepada setiap orang. Cerita yang cukup berkesan
#Terima kasih pak Mandor, semoga bermanfaat#
mandor tempe´s last blog ..Sahabat
December 7th, 2009 @ 21:39
seorang ibu tdk akan pernah mengecewakan anak2nya, walaupun justru kita sebagai anak yg seringkali mengecewakan beliau.
cerita yg sangat menyentuh Masnur.
semoga sukses dlm acaranya Guskar ini.
salam.
#Terima kasih Bunda, semoga saya tak pernah mengecewakan alm ibu saya#
bundadontworry´s last blog ..Manfaat Putih Telur.
December 7th, 2009 @ 21:58
Ibu…jasa dan pengorbananmu, takkan pernah dapat ditebus dgn apa pun…
Sungguh kisah yg sangat menyentuh, Mas…
Salam hangat dan damai selalu…
#Semoga menjadi perenungan, salam hangat dan damai juga#
December 7th, 2009 @ 22:07
Cerita menarik dgn Ibu,…
Semoga manang!
#Menang bukan tujuan Mas, sekedar meramaikan acara karnaval, sekalian apdet#
December 8th, 2009 @ 00:46
wah kok namanya Tono kek namaku yah…hmmmm…jangan2…..o ya kang saptanya gak pernah mencungul sih…kemana aja
baju putihnya jangan2 jadi kuning ato jadi baju kotak2 yah kek punya noto#Hehehe….tadinya sih meang Tono, tapi karena nggak enak njenengan trus saya plintir jadi Toni. Kalau Kang Sapta ……. sepertinya baju putihnya belum selesai tuh di laundry jadi nggak nongol2.
Masih fokus tesis sih jadi untuk mbabar kebijakan kang Sapta rasanya berat. Dan setiap ide muncul selalu ngambang. Kang Tono sabar ya.#
m4stono´s last blog ..Curhat Ala Buto Terong
December 9th, 2009 @ 12:34
Kesederhaan bisa juga menjadi hal yang besar. Inspiring
#Terima kasih dan selamat datang#
December 9th, 2009 @ 14:25
Itulah ibu….
#Ya…begitulah#
December 9th, 2009 @ 17:50
kunjungan senja ..
kesederhaan dan cinta kasih untuk Ibu ..
semoga Ibu selalu mendapatkan kasih sayang dari Allah ..
#Amiinn……..#
December 9th, 2009 @ 17:51
subhanaallah masnur ceritanya menyentuh banget
#Terimakasih Mbak, semoga menjadi perenungan kita semua tentang hebatnya seorang ibu…#
December 9th, 2009 @ 23:01
kisah yang amat inspiratif, layak jadi teladan
sunarno´s last blog ..Perjalanan Cinta
December 10th, 2009 @ 07:38
Semangat Pagi….
Olah raga BW
#Lho…olah raga pagi kok BW, lari2 dong….#
December 11th, 2009 @ 10:52
Assalaamu’alaikum
Sahabat dirai dan dijemput ke Laman Menulis Gaya Sendiri untuk menerima AWARD PERSAHABATAN – YOU’RE A GREAT BLOGGER sempena ULANG TAHUN PERTAMA laman saya. Salam mesra dari UKM, Bangi.
… maafkan saya kerana lambat memaklumi. Tambahan pula award untuk huruf “M” hilang dilautan makna.. sudah dipaparkan semula di laman. Mohon di terima untuk berlibur dengan para ibu di akhir pekan nanti.
Semoga tesisnya tamat dalam minggu ini. Tahniah !
SITI FATIMAH AHMAD
# juga sahabat yang pernah berkomentar di laman saya dan melihat iklan ini, bimbang saya tidak sempat ke laman sahabat pula kerana terlalu ramainya..
#Terima kasih Umi, segera saya ambil awardnya……Amin, terimakasih doanya……#
December 11th, 2009 @ 12:00
sebuah cerita yang amat menyentuh, mas nur. saya sepakat. anak2 memang ndak perlu dipertontonkan adegan2 drama kesedihan orang tuanya agar kelak mereka ndak jadi penggelisah dan pemarah.
#Memang secara tidak langsung, sifat anak sangat dipengaruhi suasana masa kecilnya, disamping sifat bawaannya, semoga menjadi perhatian orang tua#
sawali tuhusetya´s last blog ..Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN
December 12th, 2009 @ 18:01
Nasihat Ibu yang amat sangat luar biaaasaaa

Joko Setiawan´s last blog ..MEMPERTAJAM ARAH CITA-CITA
December 12th, 2009 @ 19:31
*menanggapi coment dari saudara sawali tuhusetya* maka dari itu biasanya orang tua bertengkarnya tidak di depan anak2nya..
thepenks´s last blog ..Hari Jum’at
December 13th, 2009 @ 16:39
Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/
December 13th, 2009 @ 22:50
cerita nya menyentuh hati untuk mengeluarkan air mata … sukses selalu ..
Rizal´s last blog ..Memanfaatkan Blog Sebagai Sarana Penunjang Belajar Mengajar
December 13th, 2009 @ 23:08
ibu akan melakukan segalanya untuk senyum anak2nya yang sangat ia cintai, lalu apa yang telah kita lakukan untuk beliau ??
KutuBacaBuku´s last blog ..Dikejar Yang Mengejar …
December 18th, 2009 @ 04:11
Assalaamu’alaikum
SAHABAT
Walau…
Langkah tak bertemu
Tangan tak berjabat (perempuan sahaja ya)
Ucapan tak terdengar
Izinkan hati ini memohon maaf
Atas segala…..
Sikap dan lisan yang tak terjaga
Janji yang tak terkota
Hati yang kerap berprasangka (insya Allah tiada)
Sepanjang setahun perkenalan kita
Selama persahabatan kita terjalin di dunia maya
Terima kasih atas kasih sayang dalam ukhuwwah yang dicerna
Semoga kita selalu di dalam perlindungan-Nya
SELAMAT MENYAMBUT MA’AL HIJRAH 1431
Salam Awal Muharam dan salam manis dari saya di Bangi, Selangor, MALAYSIA.
SITI FATIMAH AHMAD
Siti Fatimah Ahmad´s last blog ..BISIKAN HIJRAH SEORANG GADIS : AKU INGIN JADI SEPERTIMU KAK…
December 22nd, 2009 @ 03:29
duh postingan nya..
bikin pengen nangis dini hari begini..
semoga menang kontes MTBI nya yaaa..
#Jangan nangis dong…..ntar kedengeran tetangga malam2#
sinopi´s last blog ..Selamat Hari Ibu, Ma..!
December 23rd, 2009 @ 22:03
hari ibu yang tanpa ibu. duh jadi inget ibu di kampung sana
December 26th, 2009 @ 21:10
blog yang penuh dedikasi tinggi dengan cerita dan kisah untuk selalu membangkitkan gairah hidup dalam kebersahajaan dan usaha yang keras.
aku jadi pengen makan bersama ibundaku neeh ,
#Hehehe………..kangen ya Kawan#
kawanlama95´s last blog ..Menunggu kabar