Darurat bencana
Posted on | September 29, 2009 | 33 Comments
Negeri Jabalakad sedang dirundung bencana gempa yang disusul tsunami. Negeri kepulauan yang terkenal indah dengan panorama pantai dan gunung apinya itu kini porak poranda. Ribuan nyawa melayang, kehilangan tempat tinggal bahkan fasilitas umum tak tersisa lagi tersapu dahsyatnya amukan ombak. Air yang berlari setinggi 6 meter itu seperti mengejar siapapun yag menghindar dan akan meloncat dengan ketinggian dua kali lipat bila ditemuinya bukit atau gedung yang tinggi. Setiap lorong dan gang disisir oleh gulungan air yang mematikan. Hanya 30 menit……..semua yang tertangkap dalam pengejaran oleh ombak “run up” itu dicengkeram dan ditarik menuju pantai dengan kecepatan yang tak kalah kencangnya. Rata….ya…semuanya kini telah rata.
Namun negeri Jabalakad sudah punya antisipasi terhadap bencana. Seluruh roda pemerintahan dijalankan di lereng bukit yang jauh dari pantai. Istana negara serta gedung-gedung penting termasuk gedung duta besar negara tetangga bertengger kokoh dengan bangunan tahan gempa. Meskipun demikian beberapa bangunan parasana transportasi seperti jalan dan jembatan masih belum bisa dioperasikan secara baik sehari setelah bencana.
Prabu Tunggul Wulung dengan tergopoh-gopoh memanggil ajudannya, “Hubungi perdana menteri dan semua pejabat pemerintah untuk rapat darurat disini sekarang!”
Ajudan dengan muka panik menjawab,”Ampun Prabu, tapi semua jaringan telepon kabel terputus dan sinyal telepon selular hilang karena banyak menara BTS ambruk.”
Sang Prabu mencoba tenang,” kalau begitu bunyikan sirine dan suruh beberapa petugas keamanan untuk menjemput pejabat dirumahnya masing-masing”.
“Baik sang Prabu,” jawab ajudan sambil berlari keluar.
Sementara jerit tangis terus membahana. Korban selamat salling berlarian mencari sanak keluarganya, lainnya meratap mengurai tangis dihadapan mayat anaknya, istrinya, suaminya, sanak saudaranya. Para prajurit dan penjaga keamanan sibuk membuat jalur jalan yang sudah tidak tampak lagi tertutup lumpur dan reruntuhan bangunan. Jalan darurat harus segera dibuat kembali untuk mengangkut korban menuju tempat pengungsian, menyalurkan bahan bantuan, dan kepentingan darurat lain menyangkut stabilitas daerah bencana. Panglima angkatan bersenjata memerintahkan pengamanan ketat diseluruh tepian pantai dan juga batas negara yang dapat diakses oleh negara asing atau pihak luar yang bermasuk mengambil kesempatan atas instabilitas negeri Jabalakad.
Butuh waktu lebih dari 3 jam untuk mengumpulkan para pejabat menuju istana, karena sebagian dari keluarga mereka juga menjadi korban. Tapi tugas negara harus diutamakan.
Rapat langsung dimulai tanpa ada seremonial. Semua darurat, bahkan sang rabu hanya mengenakan kaos oblong dan celana seadanya, sementara beberapa tim ahli bencana yang turut diundang rapat hanya mengenakan celana kolor dan kaos sekenanya karena sebelumnya harus kasak kusuk di antara korban yang diselamatkan.
Acara pertama adalah mendengarkan laporan perkembangan terakhir kondisi lokasi bencana, jumlah korban jiwa, kerusakan fasilitas umum serta fasilitas yang masih bisa dimanfaatkan.
“Sekarang saya meminta masukan ketua tim ahli bencana, apa kebijakan terbaik yang pertama kali dilakukan untuk mengatasi kondisi chaos ini, silahkan siapa orangnya,” sang Prabu mencari diantara wajah-wajah lusuh hadirin di bangsal istana itu.
“Hamba orangnya sang Prabu,” Klana Maruta sebagai ketua tim mengangkat tangan,”begini sang Prabu, kalau dilihat dari kondisi lapangan dapat dipastikan harus segera diberlakukan kondisi “darurat bencana” minimal selama sepuluh hari sejak keputusan dibuat, di ibukota negeri Jabalakad ini. Dimana pada kondisi darurat bencana tersebut, semua aturan hukum dan perundang-undangan menjadi tidak berlaku, semua di kondisikan pada keadaaan darurat. Bila darurat bencana ini diumumkan keseluruh dunia, maka tidak ada lagi aturan larangan negeri tetangga untuk masuk ke negeri ini. Mereka bebas masuk memberikan bantuan materi dan pertolongan medis untuk mengatasi kondisi di ibukota kita. Semua peralatan dan obat-obatan yang tadinya diseleksi untuk masuk sekarang aturan tersebut menjadi tidak berlaku.”
“Tunggu!” sang Prabu menyela,”artinya dengan keadaan darurat bencana tersebut semua negeri asing bebas keluar masuk wilayah kita seenaknya dengan dalih memberi bantuan, begitu?”
“Benar sang Prabu, sesuai hukum internasional begitu. Disisi lain kita memang membutuhkan bantuan secepatnya mengatasi bencana ini tapi ada resiko yang harus dihadapi yaitu kemungkinan kepentingan-kepentingan terselubung dari pihak luar terhadap negeri kita. Kita harus waspada dan berpikir jernih. Dan di sinilah keputusan sang Prabu akan menentukan kelangsungan stabilitas negeri Jabalakad ini.”
“Saya punya usul sang Prabu,” Gajah Seta panglima angkatan bersenjata berdiri dari kursi dengan mantap menatap sang Prabu lalu sesekali menoleh ke arah Klana Maruta. “Sudah banyak tentara yang saya siagakan di perbatasan dan pantai untuk menjaga keamanan dari gangguan pihak luar, dan sebagai bagian dari tugas kami membela negeri ini dari gangguan dan serangan pihak luar negeri maka saya berpendapat bahwa sebaiknya kondisi darurat bencana tidak diumumkan keseluruh dunia tapi sebagai kesepakatan kita bersama maka kondisi darurat akan diberlakukan untuk semua aturan dalam negeri. Jadi kita akan bahu membahu dengan segala potensi yang tersisa yaitu tentara, petugas keamanan wilayah, pemuda dan seluruh warga untuk memahami tugas masing-masing mengembalikan stabilitas negeri dari segala kekacauan. Dan menurut informasi terakhir bahwa beberapa negara tetangga sudah menyiapkan segala bantuan termasuk tim ahli mereka di perbatasan darat dan laut. Tentu saja mereka segera berlomba masuk begitu sang Prabu memberi pengumuman darurat bencana.”
“Baiklah, saya sudah mempunyai keputusan. Kita tidak akan mengumumkan kondisi darurat bencana skala nasional, tapi hanya skala wilayah bencana yaitu ibukota beberapa daerah sekitar lokasi bencana. Kita hanya akan minta bantuan kerjasama negara sahabat terdekat kita yaitu negeri Fengsia berupa keamanan tapal batas kedua negara juga beberapa bantuan medis, makanan dan obat-obatan yang telah diseleksi ketat di sana sebelum masuk ke negeri kita. Artinya semua bantuan luar boleh masuk hanya melalui satu pintu gerbang yaitu perbatasan negeri Jabalakad dan negeri Fengsia.”
Hanya sepuluh hari setelah kondisi darurat diberlakukan secara lokal, situasi ibukota negeri Jabalakad sudah terkendali. Tata kehidupan masyarakat berangsur-angsur dipulihkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, namun kerjasama dan kesadaran semua lapisan masyarakat mulai dari pemimpin hingga masyarakat awam akan kecintaan terhadap negeri dan kesadaran pentingnya membela negeri dalam kondisi apapun maka bencana bisa diatasi dan upaya pihak asing untuk memanfaatkan keadaan dengan dalih memberi bantuan bisa dikendalikan.
Catatan:
Postingan ini sekaligus sebagaia partisipasi dalam “Bukan contest: Brain Storming Bela Negara” dari blognya pakde Cholik dengan memandang partisipasi masyarakat dalam bela negara pada kondisi darurat bencana.
Salam sejahtera dan damai selalu.
Comments
33 Tanggapan to “Darurat bencana”
Leave a Reply


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://nursapto.com/wp-content/uploads/valid-rss.png)
September 29th, 2009 @ 02:30
rencananya memang program darurat bencana, eh tanggap bencana…
lha kok bencana malah ditanggap to
#hehe….kalo darurat bencana itu bukan program mas tapi suatu kondisi yang ditetapkan oleh pengambil keputusan berkenaan dengan keadaan chaos pada lokasi bencana, sedangkan tanggap darurat adalah fase awal tindakan menghadapi bencana sesaat setelah bencana dan akan diikuti oleh fase2 berikutnya seperti rekonstruksi, rehabilitasi, mitigasi dll, semoga beranfaat#
suryaden´s last blog ..Telaga Ngebel
September 29th, 2009 @ 03:47
Salam Takzim
Hebat sang prabu Tunggal Wulung sepuluh hari membebaskan bencana tanpa bantuan berarti negeri tetangga, semoga menjadi inspirator dalam uji bela negara dan menolehkan mata pakDe Cholik sang pengambil sikap.
Salam Takzim Batavusqu
#bukan membebaskan bencana MAs, tapi dalam 10 hari keadaan sudah bisa dikendalikan dari chaos dan kondisi darurat bencana dicabut artinya aturan dan hukum mulai diberlakukan secara berangsur-angsur#
Batavusqu´s last blog ..Pernikahan Adat Masyarakat Lampung 2
September 29th, 2009 @ 04:04
semoga negara ini terhindar dari bencana.
BTW, makasih kang sudah mampir di blog saya,
#sepertinya tidak mungkin Mas, yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kita hidup di wilayah yang rawan bencana sehingga kesiapsiagaan selalu ditanamkan secara turun temurun untuk mengurangi/ menghindari korban pada saat bencana#
September 29th, 2009 @ 09:11
inspiratif Masnur, semoga saja setiap ada bencana negeri kita bisa mengambil tindakan yang lebih tepat dan lebih diharapkan lagi kita terhindar dari segala bencana.. Semoga sukses Mas.
Salam
#begitulah seharusnya Mas..#
arkasala´s last blog ..Siskamling dan Bela Negara
September 29th, 2009 @ 13:07
sebagai negara yang berada di posisi rawan bencana, boleh tuh kita belajar dari Prabu Tunggul Wulung.. bhw saat bencana pun kita tetap harus mawas diri untuk Bela Negara..
OOT: Header yang ini keren mas nur.. Rumah Bumi..
#Terima kasih Bundo….setuju#
September 29th, 2009 @ 15:22
waktunya berbenah diri
September 29th, 2009 @ 19:22
Semuga menang mas kontesnya
September 29th, 2009 @ 19:26
Ini berarti akan jadi Sticky post ya mas?
Kasih aja keterangan, termasuk keterangan kalo tulisannya diikutkan kontes, bukan dalam komeng. ^O^ Muhun mangap, sekedar usul mas. 

Wandi thok´s last blog ..Orang Kaya Gaptek
September 29th, 2009 @ 21:45
Saran diterima Mas, untuk sticky memang akan saya berlakukan setelah update postingan berikutnya, sementara biarlah begitu. Dan saran kedua sudah dijalankan, atur teng kyu nggih…..
September 29th, 2009 @ 22:08
Ilustrasinya its OK….
Bagoes….
No comment…
pissss….
#Makasih Kang..#
dedekusn´s last blog ..Blue planet again
September 29th, 2009 @ 22:13
SUKSES TERUS!
September 29th, 2009 @ 22:57
wah, jabalakad bisa menjadi negeri rujukan ttg bagaimana mengantisipasi dan mengatasi bencana, mas nur. kok sangat beda dengan negeri kita yang makin amburadul pascabencana. banyak korban yang ndak terurus. doh!
#sebenarnya ide cerita tersebut dari diskusi di kelas perihal penanganan bencana di Indonesia kok Pak, ada sebagian kecil sistem yg sudah menuju ke arah yg benar, semoga kedepannya Indonesia makin siap…#
sawali tuhusetya´s last blog ..Membumikan Software Open Source: Mimpi Indonesia Masa Depan
September 30th, 2009 @ 07:53
Semoga penanganan bencana seperti jabaran diatas jadi inspirasi bagi petinggi negeri ini dalam mencegah sekaligus menanggulangi bencana.
mamah aline´s last blog ..kata maaf untukmu sahabat
September 30th, 2009 @ 07:55
Cerita yang seharusnya menginspirasi pemerintah kita dalam hal cegah dan tanggap bencana.
#begitulah seharusnya#
mamah aline´s last blog ..kata maaf untukmu sahabat
September 30th, 2009 @ 10:49
pertama-tama selamat atas blog barunya,meskipun telat yah kang kasih selamatnya.
mudah-mudahan negeri tercinta ini kedepan akan semakin siap dalam mengatasi bencana
#Makasih….Amiin#
galuharya´s last blog ..Mbokdhe Katiyem
September 30th, 2009 @ 12:19
ketika diadakan simulasi tanggap bencana di jabalakad berjalan lancar sesuai dengan instruksi yang diberikan. Namun berbeda kondisinya ketika terjadi secara nyata, hasil dari pelatihan simulasi kalang kabut, bubar semua.
Sayang memang, dalam keadaan panik semua orang ikut panik, bahkan pikiranpun ikut panik.
#manusiawi Mas…yg penting jangan ngambil kesempatan utk niat2 jahat#
mandor tempe´s last blog ..hasil kerjamu itu, tempe
September 30th, 2009 @ 14:13
wah jamannya sang prabu sudah ada BTS to….kirain cuman pohon kelapa yg paling tinggi pada jaman itu…hihihihihhii
#Lho itu khan cerita kerajaan masa kini to Kang, khan nggak selalu kalo cerita kerajaan berarti jadul gitu…..hehe. naanya juga negeri karangan…..pissss deh#
m4stono´s last blog ..Transformasi Diri
September 30th, 2009 @ 23:09
Hhmm..menarik karena bahasannya mengenai Bencana…
#Makasih, sekedar berbagi menu sehari-hari saya, hehe…#
Joko Setiawan´s last blog ..WISATA PANTAI SOWAN
October 1st, 2009 @ 03:27
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah, kembali bersilaturrahmi dengan saudara Masnur. wah! Rumah baru ya. Cantik. Penuh warna yang mencerahkan rasa dan jiwa. Apapun yang terjadi dalam kehidupan manusia, harus dihadapi dengan sabar dan tabah. Semua ujian Allah ada hikmahnya dan kita harus mengambil iktibar darinya. Salam mesra selalu.
#Kita memang harus sabar menghadapi Umi, dan salah satu wujud kesabaran itu adalahberikhtiar bagaimana dimasa datang kita lebih siap menghadapi bencana sekaligus introspeksi seberapa kita telah berbuat kerusakan#
Siti Fatimah Ahmad´s last blog ..BENCI TAPI RINDU
October 1st, 2009 @ 05:53
cerita yang menarik dan redaksi yang enak di baca.
banyak dari kita memandang bencana merupakan takdir dan ujian dari Allah SWT. secara spiritual memang iya. tetapi, manusia di beri amanah untuk menjaga bumi bukan merusaknya dengan menebang hutan, pembakaran hutan dsb. “Rusaknya bumi dan laut di karenakan ulah manusia” adalhs epenggal arti ayat yang saya lupa redaksi arabnya.
#Saya setuju Mas, manusia adalah wakil Allah (khalifah) di bumi jadi bukan musuh Allah yang seolah-olah selalu kontadiksi dengan aturan2 Allah. Maka dari itu dalam setiap tindakan kita baca Bismillah arti luasnya Dengan Nama Allah, artinya saya bertindak atas nama Allah. Kalau akhirnya justru manusia sering berbuat kerusakan sehingga bencana melanda, berarti itu bagian dari pertanggung jawaban atas tindakan2nya. Wa Allahu alam#
Badruz ´s last blog ..Masjid, Pusat Pendidikan Agama Islam
October 1st, 2009 @ 09:42
Seandainya semua petinggi negara memiliki sikap seperti Prabu Tunggul Wulung ini, tentunya negara aman damai sentosa gemah ripah lohjinawi titi tentrem kertaraharja.. (panjang neh..) Sayang masih berandai-andai…. (nunggu aku kali ya)
#hehe…kali aja….ditunggu…#
October 1st, 2009 @ 12:29
Bencana alam gak bisa di prediksi..gak bisa di tangkal..
Siapa yang bisa melawan Sang Pencipta ….?
#Bisa diprediksi dan dipelajari Mas, tapi tidak selalu tepat. Bisa ditangkal atau dicegah tapi tidak selalu berhasil. Manusia sebagai wakil Allah diberi kebijaksanaan untuk mengatur bumi. Dengan segala upayanya itu bukan berarti manusia melawan Allah. Justru Allah tidak suka dengan manusia yang hanya diam pasrah tanpa usaha dengan dalih sudah nasib atau takdir. Wa Allahu alam.#
October 1st, 2009 @ 13:32
mari kita renungkan bersama
adi dzikrullah´s last blog ..Gempa Sumatera Menjadi Renungan Bela Negara
October 1st, 2009 @ 21:50
negeri Jabalakad? ada ya?
Mr. Handsome´s last blog ..Gempa 7.6 SR di Padang, Sumatra Barat
October 1st, 2009 @ 23:01
yup benar, kita mampu kok untuk mandiri membela bangsa
October 2nd, 2009 @ 03:52
Hhmm…Jadi ini Mas Nur yang biasanya pake Wordpress itu ga sich…
Kan beliau juga sedang Kuliah S-2 di UGM…
Tapi Anda hebat yawh, jurusan Disaster Management, saya sebagai seorang Calon Pekerja Sosial Profesional juga harus bisa menguasai ilmu penanggulangan bencana… :0
Salam semangat selalu dari Mahasiswa STKS Bandung.
http://bocahbancar.wordpress.com/
#hehehe….penasaran ya? khan semua postingan blog ini sebelum september 2009 adalah import dari wpku dulu. Selamat datang di blog baruku ya?#
Joko Setiawan´s last blog ..Usaha Maksimal dan Semangat Juang
October 2nd, 2009 @ 16:08
Selamat sore Masnur satu kali terdahulu saya posting coment tidak bisa masuk mungkin jaringannya lagi eror, Masnur dalam stiap hal yang terjadi kita tau Tuhan selalu beserta dengan kita. Libatkan Tuhan dalam segala hal, apaagi dalam bencana dan dalam membuat strategi untuk penangulangan bencana sekalipun kita libatkan Tuhan. Apa sih yang bisa kita andalkan jika kita mengabaikan faktor Tuhan dalam setiap urusan yang kita hadapi ? Manusia itu apa sih ? , Hanya mahluk yang lemah. Sepandai apapun manusia sebenarnya ia adalah mahluk yang lemah. Tanpa campur tangan Tuhan tidak mungkin manusia melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik meskipun ia seorang yang hebat, dan tanpa campur tangan Tuhan tidak ada yang dapat menanggulangi bencana dengan benar, Untuk itulah libatkan Tuhan dalam setiap hal dalam kehidupan ini. Terima kasih postingan yang bagus, Sukses untuk Masnur.
#Setuju sekali Mbak, begitulah seharusnya,terima kasih supportnya#
Regards, agnes sekar
agnes sekar´s last blog ..CARA EFEKTIF MENGATASI KEBAKARAN HUTAN, LAHAN DAN KEBUN PADA TANAH-TANAH BERGAMBUT
October 2nd, 2009 @ 20:02
“Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
Dahulu datang putih suci bersih
Mudah mudahan kembali suci putih bersih
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
KangBoed´s last blog ..Top Komeng September
October 2nd, 2009 @ 20:03
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
Menyapa sahabatku chayank..
MAAF..
di mana negeri itu yaaak..
#Negeri khayalan Kang, hehehehe……….pisss dah?!#
salam sayang
KangBoed´s last blog ..Pemberitahuan
October 3rd, 2009 @ 10:10
bagus mas ceritanay, inspiratif
October 4th, 2009 @ 08:26
o ya mas ati2 lho dekat2 ama g merapi…….banyak2 doa yah…..betulan nih…..ini baru tanah yg gringgingen…gunungnya blom dehem……..ngomong2 kang sapta anak ketujuh ya……..
#hehehe……betul sekali Kang……..jadi merinding#
m4stono´s last blog ..Menggapai Cahaya Dibalik Awan Kelabu
October 4th, 2009 @ 09:50
bencana datang tidak disangka2
semoga kita lebih waspada
btw semoga menang kontesnya
#benar Mas, waspada dan sabar…….makasih, amin#
annosmile´s last blog ..Juminten Batik Cahandong
October 6th, 2009 @ 22:51
aku mung pingin iso nguping penderitaanne sing keno musibah opo ae termasuk gempa dadi semangat maning..
mung = cuma
iso = bisa
sing = yang
keno = kena
opo = apa
ae = saja
sing = yang
keno = kena
maning = lagi
#Ya kudu ngono Mas…..sipp#