Secangkir Kopi Aceh
Posted on | October 29, 2009 | 40 Comments
Malam dingin dan sepi, merenung sendiri ditemani secangkir kopi wah nikmat dan damai. Tidak tanggung-tanggung karena kopinya “import” dari ujung barat negeri tercinta ini-Aceh. Apalagi kopi ini saya dapatkan dari seorang teman kuliah dengan disertai sebuah cerita ringan bahwa banyak urusan bisnis besar diselesaikan dikedai kopi dan bila ingin mendapatkan job dan partner bisnis baru maka datanglah ke kedai kopi. Itu cerita asyik bagi saya betapa aroma kopi Aceh tidak hanya mengundang selera dan membangkitkan gairah hidup tapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Luar biasa.
Bagi yang bukan penggemar kopi atau minum kopi sekedar ngopi mungkin tak bisa membedakan cita rasanya. Dan bagi saya meskipun tahu sedikit perbedaannya tapi asalkan itu kopi dan masih dari negeri sendiri maka sangat pantas untuk dihargai kenapa karena kopi kita sudah tersohor keseluruh penjuru dunia.
Apa cuma kopi Aceh? Tentu tidak. Saya masih ingat film “Independent Day” pada awal millenium lalu, dalam salah satu adegan seorang operator komputer NASA (kalau gak salah) ditawari kopi. Lalu dengan girangnya ia berseru, Woww….coffee…coffee….Java!” lalu menyeruput dengan ekspresi kepuasan. Ya….Java Coffee alias kopi Jawa jadi salah satu dialog film Holliwood. Salut.
Dua bulan yang lalu ketika mengunjungi Bengkulu dalam rangka kuliah lapangan saya juga menyempatkan (dengan niat kuat) untuk membawa oleh-oleh kopi Bengkulu. Dan ketika sebungkus besar kopi Bengkulu baru saja habis beberapa hari yang lalu datanglah kopi Aceh dari teman saya tersebut. Yang jelas puas karena bisa mencicipi citarasa kopi dari berbagai daerah disamping kopi pabrikan, kopi import dan tentu saja kopi kampung buatan mertua yang dihidangkan istri tercinta, hehehe…..
Jadi kesimpulannya jelas, saya adalah penggemar kopi. Ada yang mau nawari? (hehe…..ngarep mode ON)
Sebenarnya saya pernah “ketagihan” kopi pabrikan waktu di Semarang tahun ‘90-an. Nama produknya kopi Tugu Luwak. Bagi saya waktu itu kopi tersebut luar biasa dan bikin ketagihan. Sayang sekali karena perselisihan pendiri perusahaan mengakibatkan si tugu ambruk dan tinggal luwaknya aja yang sekarang jadi merek dan tentu saja ada perubahan rasa. Dan itu mengurangi kegandrungan saya sampai kini disamping karena sudah ke lain hati yaitu kopi olahan dapur pribadi.
Masih banyak kopi yang lain seperti Toraja, yang terkenal dari Sulawesi yang sudah punya nama termahsyur. Jadi intinya dari membahas kopi saja kita akan segera sadar bahwa negeri ini dikaruniai Tuhan berupa kekayaan, keaneka ragaman citarasa, yang mencakup pulau dengan suku dan budayanya, kekayaan alam dengan flora dan faunanya, hasil dari perut bumi, hasil dari dalam laut dan udara.
Masihkah ada yang kurang? Ya!…karena bukan rahasia umum bahwa negeri yang daratannya tampak berkeping-keping ini juga dikenal sebagai mega mallnya bencana alam. Mengerikan tapi itulah kenyataan. Sebagai imbangan dari kekayaan yang melimpah ruah supaya kita segera sadar untuk selalu ingat kepada yang memberikan semua ini. Bahkan tanpa kita sadari sebenarnya bumi katulistiwa ini adalah pabriknya segala jenis badai. Kok bisa? Ya….semua badai yang sering menerjang negeri tetangga dengan nama yang aneh-aneh dan kadang seksi itu (seperti Katrina, la nina, la luna, madona dan nana lainnya…hayah) terbentuk dilangit Indonesia dan setelah mencapai titik tertentu akan bergerak ke negara sasaran penghancuran (hehe….seperti perang saja). Sedang di sini yang sering kita sebut sebagai badai hanyalah kategori angin ribut dengan kekuatan rusak seper sekian dari badai yang sesungguhnya.
Kopi sudah, kekayaan alam sudah, bencana alam sudah. Yang belum adalah insan-insan penghuni negeri “kaya makmur” ini. Bagaimana kondisi kehidupan bermasyarakat dan bernegara kita sekarang. Banyak yang mengatakan bahwa anak negeri ini sedang kehilangan jati diri, terbelenggu nafsu-nafsu baru dengan meninggalkan norma-norma, kearifan budaya dan yang lebih parah adalah ajaran agama.
Apakah benar begitu? Jawabannya adalah mari kita cari dengan hati nurani terdalam yang masih tersisa dalam diri. Bila ternyata tidak, berarti kita masih bisa menjadi tauladan-taulandan bagi anak cucu. Namun bila ternyata jawabannya YA! Maka saatnya untuk bangun lalu pergi ke bengkel yang bisa mereparasi hati dan mengembalikan jati diri. Dimanakah letak bengkel itu? Mari kita telusuri. (Apakah secangkir kopiku malam ini bisa membawaku menelusuri…entahlah! akan saya coba).
Bagaimana kalau kita mulai dengan “lima kalimat sakti” yang digadang-gadang para pendiri negeri ini sebagai pijakan menuju manusia Indonesia yang lebih bersusila alias bermoral luhur. PANCASILA. Rangkaian huruf yang sangat khas dan hafal di kepala namun terasa makin hari makin terdengar nyentrik alias semakin susah dikenali sebagai pembentuk jatidiri. Kenyataan yang memprihatinkan, bukti bahwa sebenarnya semua itu menunjukkan terputusnya tali silaturahmi antara generasi sekarang dan generasi masa lalu yang telah menancapkan pondasi kokoh untuk berdirinya suatu negeri yang serba “multi” ini.
Apakah bisa mengembalikan jatidiri bangsa dengan kelima sila tersebut? Meskipun saya bukan sejarahwan, bukan filsuf dan bukan ahli kenegaraan, tapi saya akan mencoba mengupas sebisa yang saya pahami, Pancasila sebagai jati diri bangsa.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa: Kita bisa mulai mengenali kembali jati diri kita dengan kembali mengenal siapa Tuhan kita. Jati diri mulai kita bentuk dengan menjadi insan yang punya identitas berketuhanan. Akhirya kita sadar sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab: Setelah kita memegang identitas sebagai makhluk yang berketuhanan maka hubungan vertikal sudah kita jalin sekarang dilanjutkan dengan hubungan horisontal. Kemanusiaan artinya mencitrakan diri kita sebagai sebenar-benarnya diri, sebenar-benar manusia. Bagaimana caranya?
Sila ketiga, Persatuan Indonesia: Untuk mengaplikasikan kemanusiaan akan terasa nilainya bila kita bergabung dalam suatu ikatan persaudaraan, permersatu diantara perbedaan-perbedaan. Dengan persatuan inilah kita memiliki wadah mengekspresikan jatidiri dan membangun kekuatan bangsa.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan: Dalam wadah persatuan yang terdiri dari keanekaragam identitas diri diatas maka akan terjadi interaksi untuk mencapai suatu tujuan dan juga menampung berbagai kepentingan. Disinilah tiga sila sebelumnya dibutuhkan. Untuk mencapai kehidupan bermasyarakat dan bernegara dibutuhkan seorang pemimpin yang bijaksana, yang memegang amanah ketuhanan, kemanusiaan dan mampu memperkokoh tali persatuan seluruh masyarakat.
Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Dengan jati diri yang kita pegang sebagai manusia berketuhanan, berperi kemanusiaan dan mampu bersatu dalam wadah sebuah negara lalu di lengkapi dengan seorang pemimpin yang didukung seluruh rakyat maka akan mudah ditegakkan sebuah keadilan. Ya….keadilan yang selama ini kita dambakan bahkan bentuknya seperti apa belum bisa terbayangkan.
Semangat Pancasila dalam membentuk jatidiri bangsa tak akan pernah tercapai bila tidak pernah kita mulai. Bahkan seandainya sudah kita mulai pun segalanya takkan berujung kemanfaatan bila tidak disertai keyakinan akan suatu perubahan menuju kebaikan.
Jadi apakah kita akan kembali membangun rumah megah diatas negeri ini setelah sekian lama merana ataukah membiarkan pondasi kokoh yang sudah ditancapkan para pendahulu kita akan terus terpendam semakin dalam? Semua kembali lagi kepada diri masing-masing.
Comments
40 Tanggapan to “Secangkir Kopi Aceh”
Leave a Reply


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://nursapto.com/wp-content/uploads/valid-rss.png)
October 29th, 2009 @ 01:47
Seneng rasanya bisa posting lagi setelah dua hari yang melelahkan karena koneksi “no unlemoted” dan masalah batabase “no unlosted”, hehe….
Yang penting pertamax dulu.
October 29th, 2009 @ 08:25
**semoga nanti ada film hollywood yang nampilin bradpitt lagi neruput kopi aceh
Selamat Hari Sumpah Pemuda, mas nur.
#Lebih heboh lagi kalo ada bintang Indonesia main di Holliwood meskipun cuma jadi penjual kopi Aceh, hehe…#
October 29th, 2009 @ 10:06
Saya penyuka kopi mas, penikmat aroma kopi dari berbagai tempat di Indonesia. Saya pikir kopi dari bumi Indonesia yang mempunyai aroma beragam (meski tidak dipungkiri kopi arabica dan robusta beraroma kuat).
Saya penikmat kopi hingga saya tidak bisa mengenali kopi ini dari daerah mana, tetapi saya tahu kalau kopi itu ditanam di Indonesia. Kopi Indonesia memang luar biasa.
#Setuju Mas…..bahkan duia sudah mengakuinya#
mandor tempe´s last blog ..Pengangkatan
October 29th, 2009 @ 10:45
bicara soal kopi….
kegemaran saya adalah kapal api cap kopi, di temani sebatang tembakau madura dan sepiring pisang goreng
#Lha…yang tembakau Madura ini aku yg belum pernah…..penasaran#
October 29th, 2009 @ 13:14
wuuiih mantabs banget kalo lagi ngantuk disaat kerja… nyeruput kopi hangat… wuiih seger banget deh… mata jadi belok lagi… hhehehe
baydewey penggemar kopi juga ya pak… sampe hapal segala macam kopi…
#jangan cuma diambil citarasanya Mbak, semangatnya juga dong. Artinya setelah nyeruput kopi terus berjuangggg?!!#
October 29th, 2009 @ 13:17
wew
aku pengen kopinya
suka banget minum kopi neh
#Silahkan Mas, mau pake gelas apa cangkir, hehe….#
October 29th, 2009 @ 16:36
minum kopi, coba kopi toraja. Bih maknyus….
#Sudah pernah Mas……bahkan beli kopi bubuknya sebungkus besar dan habis berminggu-minggu. Memang maknyus…#
belajar blog´s last blog ..Download Kumpulan Lagu Sunda
October 29th, 2009 @ 16:38
secangkir kopi hanget + roti bakar
#Kalo aku secangkir kopi plus pia kering (kalo ada), hehe….#
Action Figure Toy´s last blog ..Cute Mr. Bean Action Figure
October 29th, 2009 @ 16:48
Sangat betul Mas…
Sejak Kopi Tugu Luwak ganti jadi Kopi Luwak, rasanya berubah total.
Saya sekarang Kapal Api, pagi siang malam…
#Hehe….ketahuan Semarangnya tuh Pak, soalnya paham sejarahnya tugu luwak.#
marsudiyanto´s last blog ..Antara Pijit++ dan Feedjit++
October 29th, 2009 @ 17:13
Hmmm… penggemar kopi ya, mas? Hehehe…kebetulan beberapa waktu yang lalu saya juga nulis soal kopi ini, silahkan mampir kalo ngga lagi sibuk ngopi
What happen to Pancasila? Mudah-mudahan anak-anak sekarang masih mengenal Pancasila sebagai jatidiri bangsa, meskipun ngga pake Penataran P4 kayak jaman saya sekolah dulu…
Salam kenal ya, mas…
#Salam kenal balik MAs, sejak kecil biasa minum kopi mungkin karena budaya kali ya…..#
anderson´s last blog ..Substance Over Form
October 29th, 2009 @ 17:20
Mudah2an pada saat berikrar sumpah pemuda tidak sedang ngupi yaaaa… hahaha
Bicara kopi, di daerah solok tepatnya disekitar danau singkaran, ada satu tradisi minum kopi di batok kelapa. pengen tahu rasanya seperti apa? ya seperti kopi laaaaah.
#Wah yang ini baru nyentrik…..jadi pengin ngerasa sensasinya tuh, sayang jauhhh banget#
October 29th, 2009 @ 19:03
am secangkir kopi bisa menetas postingan seperti ini? Keren deh!
anw gue lbh suka cappucinno hhehehe
dulu suka kopi hitam skr enggak lagi
perut gak tahan hehehe
#Memang sih yg bermasalah dengan mag harus mengurangi sensasi hitamnya, hehe…#
Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Sekayuh Untukmu
October 29th, 2009 @ 20:45
saya udah coba kopi jawa, kopi aceh, dll, tapi masih enak kopi susu buatan saya sendiri, hehe
#Lebih enak kalau ada yg buatin Mas, bukan buat sendiri, hehe…#
Reza Fauzi´s last blog ..Siapa Yang Mau Jadi Guest Blogger Di Sini?
October 29th, 2009 @ 23:15
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
KangBoed´s last blog ..Google PageRank Turun dari Langit Berhadiah Video Rekaman UFO di Bandung
October 30th, 2009 @ 00:16
o ya kalo gak salah bosnya starbuck itu kesukaannya adalah kopi sumatera…ndak jelas sumatera sebelah mana….kalo saya mah kopi instan aja yah…seperti copimix yg umum2 aja…hihihihihi
#Boleh aja Kang…….tapi itu kopi sebenaernya banyak campurannya kayak krim, aroma dan yg pasti pengawet……#
m4stono´s last blog ..Budaya Adalah Ruh Nusantara
October 30th, 2009 @ 00:30
Manstaaaaaaaaaaabbbsss
October 30th, 2009 @ 00:33
terasa ya mas rumah sendiri malah nambah kerja.. kalau dah begitu akhirnya telat blog walking
#Bener Kang, soalnya saya habis kehilangan data posting+komen 1 minggu gara2 servernya bermasalah dg listrik dan hardisknya error, untung masih ada backup#
KangBoed´s last blog ..Youtube Video Rekaman UFO di Bandung
October 30th, 2009 @ 00:34
Ma kasih Mas Nur atas partisipasinya
#Sama-sama Kang, kalau ada ide lagi tak tambah deh partisipasinya, hehe…#
KangBoed´s last blog ..Youtube Video Rekaman UFO di Bandung
October 30th, 2009 @ 05:35
Pancasila merupakan kesepakatan manifestasi kesepakatan bangsa yang kaya budaya dalam ber Indonesia ria. wah nyambung nggak mas?
salam,
#Dah tak ikat kok Mas, pake tali……hehehe….#
Badruz´s last blog ..Hadiah Dari Guskar
October 30th, 2009 @ 09:32
Kopi minuman tak mengenal kasta…
Wongbagoe´s last blog ..Formasi CPNS Ponorogo 2009
October 30th, 2009 @ 15:04
saya paling suka kalau sowan kle rumah mertua, mas nur. suguhan kopinya asli, numbuk sendiri, hehe … jadi amat terasa orisinaliytasnya. terasa nendang sampai di kepala, hehe …
#Saya dah dari SD pak tiap hari minum kopi tumbukan ibu bahkan sering bantuin numbuk, sensasinya beda memang……..#
sawali tuhusetya´s last blog ..Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar
October 30th, 2009 @ 19:04
Kopiku mantapp
October 30th, 2009 @ 19:05
Kopi Aceh memng mantap…
#Penggemar?#
October 30th, 2009 @ 22:11
kopi luwak sekarang lagi ngetrend di mancanegara, dan bisa jd untuk pasar dalam negeri akan tersedot ke sana. bukan merek luwak loh, tp kopi yg bener2 keluar dari perut luwak. kopi jenis ini mmg enaknya luar biasa. mudah2n saja luwak2 nggak segera punah.
#Wkakakakak…….betul….betul….Pak#
October 31st, 2009 @ 08:06
Kopi Indonesia emang punya ciri yang khas…
mantaps kopinya…
the Bunglon’s´s last blog ..Orang-Orang Di sekitar…
October 31st, 2009 @ 10:36
Saya memang bukan penggemar kopi, tapi juga tak berpantang kopi. Negara kita yang kaya raya ini sudah seharusnya dikelola oleh bangsa sendiri dan digunakan untuk kemakmuran rakyatnya. Bukan malah terjajah oleh produk impor dalam kemasan maupun fast food.
#Kita bisa bikin fastfood ala Indonesia sendiri kalau mau…eh, malah sudah banyak sih….contohnya tuh gorengan pinggir jalan, hehe…#
October 31st, 2009 @ 20:16
kalo belum minum kopi, berasa ga lengkap hari2 terisi…
positif atau negatif ya…?
October 31st, 2009 @ 22:43
nek ad kopi luwak bagi2 donk………..
November 2nd, 2009 @ 09:32
kopi menemani saya setiap pagi,..yang saya tahu banyak kopi berkualitas kita hanya bisa dinikmati untuk kalangan berkantong tebal saja atau cuma diekspor keluar negeri..!
salam kenal.
#Mungkin ada benarnya, tapi………salam kenal balik deh, makasih sudah mampir#
November 3rd, 2009 @ 10:04
panjang banget tulisannya om
hehe, baru tahu ada adegan seperti itu di film holiwod. mirip kaya anaconda yg settingnya di kalimantan. indonesia sebenarnya kaya ya.
#itu film box office, dulu maj nonton aja antrenya panjang banget#
November 3rd, 2009 @ 21:11
untuk penikmat kopi, mungkin bisa membedakan macam2 rasa dan aroma khas kopi dr masing2 daerah.
kini, kopi luwak yg asli indonesia malah sedang naik daun di luar negeri.
Salam.
bundadontworry´s last blog ..Balada Polisi tidur.
November 4th, 2009 @ 16:08
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllllllll
KangBoed´s last blog ..Mafia Peradilan Konspirasi Tingkat Tinggi
November 4th, 2009 @ 16:09
Boleh saya copas. sebagian atau seluruhnya mas
KangBoed´s last blog ..Mafia Peradilan Konspirasi Tingkat Tinggi
November 4th, 2009 @ 16:09
di tunggu beritanya hehehe..
November 4th, 2009 @ 19:43
Permohonan diterima dg lapang dada…….silahkan dilanjut misinya Kang…..
masnur´s last blog ..Menabrak Hantu
November 11th, 2009 @ 01:30
[...] MasNUR – Secangkir Kopi Aceh [...]
December 20th, 2009 @ 23:17
[...] MasNUR – Secangkir Kopi Aceh [...]
December 21st, 2009 @ 16:50
[...] Mas NUR [...]
December 21st, 2009 @ 21:40
pingback telah mempertemukan kita mas
sungguh indah persahabatan semoga berawal dari pingback semakin hangat sehangat kopi aceh dimasa mendatang
#Begitulah…….salam kenal dan selamat datang#
December 21st, 2009 @ 21:43
masih sama mas dan salam kenal selalu
sebagai tanda hangatnya persahabatan saling berkunjung dan mengunjungi
salam dari pamekasan madura
#Selamat datang, salam balik dari tetangga sat propinsi#