Goldenray inspiration

memandang alam, mendengar nurani

Ikhlas melayani

Posted on | January 19, 2010 | 22 Comments

Hari ini aku mendapatkan dua hikmah tentang bagaimana kita hidup seharusnya memberikan pelayanan dengan penuh keikhlasan.

Yang pertama adalah ketika saya berkunjung ke rumah pak Mandor Tempe dan mengikuti kisah si Tono anak buah pak Mandor yang kebakaran jenggot karena merasa dimanfaatkan rekan sekerja yang malas sehingga si Tono harus mengerjakan tugas lebih banyak padahal gajinya sama dengan temannya tersebut.

Rupanya mbok Djum si pemilik warung tempat pak Mandor mangkal punya pendapat lain mengenai si Tono. Intinya tentang sebuah keikhlasan dan hikmah didalamnya. Hehehe…kalau penasaran kisahnya, silahkan berkunjung langsung ke rumah pak Mandor (mumpung masih banyak kue di sana). :lol:

Yang kedua adalah saat istirahat siang di kampus saya lagi asyik baca koran bareng teman. Secara tak sengaja kami mendengar pembicaraan dua orang sopir yang satunya pak Ali (bukan nama sebenarnya), saya kenal baik.

Pak Ali sedang mendengar keluhan rekan seprofesinya yang sedang kesal karena mendapati bos yang pelit. Sudah jadi kebiasaan kalau sopir kampus sering diajak para “bos” keluar kota dengan berbagai urusan. Bisa sehari kadang lebih. Dan sepulangnya (bisa juga sebelum berangkat) pasti si sopir mendapat tips yang bervariasi tergantung suasana hati si bos. Kata mereka kadang bisa sampai tembus nolnya enam.

Tapi si rekan pak Ali tersebut kebetulan mendapat tips yang jauh dari yang diharapkan dari salah satu bos. Apa tanggapan pak Ali?
“Ya…kalau menggerutu karena mendapat rejeki tak seperti yang diharapkan itu wajar Mas, tapi jangan menunjukkan sikap tersebut berlebihan. Apalagi sapai mogok nggak mau diajak jalan lagi sama bos bersangkutan, karena itu artinya kita menolak rejeki.” pak Ali menjelaskan panjang lebar.

“Saya juga pernah mengalami hal serupa,” ia menyambung uraiannya,”Ketika itu saya juga menggerutu terhadap salah satu bos tapi berusaha saya simpan dalam hati. Dan di lain kesempatan si bos ngajak jalan lagi. Saya berangkat dengan setengah hati dan berpikir, ah…paling nanti dapet tipsnya ya kayak dulu, jadi saya pasrah saja dan berusaha ikhlas, tak mengharapkan macam-macam. Rupanya saya salah. Kali ini ternyata si bos lagi baik hati. Tak diduga beliau memberi tips yang sangat besar jauh melebihi yang pernah diberikan oleh bos lain yang menurut saya baik hati. Sejak saat itu saya tak pernah menggerutu lagi. Karena kita hanya sopir dan tak tahu banyak apa yang sedang terjadi dengan bisnis para bos kita.”

Sepertinya rekan pak Ali tersebut mulai menyadari tentang kesalahan sikapnya.

Jadi kunci dari tulisan saya di atas adalah satu. Ikhlas melayani dengan memberikan kemampuan terbaik kita kepada siapapun. Kepada atasan, kepada lingkungan, kepada keluarga bahkan bagi kemashlahatan sesama di dunia.
Kita ikhlas dan biarkan Allah yang mengatur rejeki kita.

Comments

22 Tanggapan to “Ikhlas melayani”

  1. hanif IM
    January 19th, 2010 @ 06:41

    wah, jujur, mantab ceritanya, lugas padat dan jelas. ikhlas memang sulit jika tidak di biasakan. saya masih sering menggerutu, ini pelajaran yang baik.

    #Memang pelajaran hidup demikian bisa datang dari mana saja dan tak terduga#
    hanif IM´s last blog ..Web Domain Paling Berbahaya My ComLuv Profile

  2. m4stono
    January 19th, 2010 @ 09:00

    kirain yg namanya tono cuman saya thok je :mrgreen:

    #Hehehe….iya Kang, dapet dari tetangga sebelah….#
    m4stono´s last blog ..Tuhu Apa Udhu My ComLuv Profile

  3. Abula
    January 19th, 2010 @ 13:28

    Selamat siang,
    Selamat hari Selasa,
    Semoga tetap semangat dalam berkarya dan sukses selalu,

    Salam Hangat,
    AbulaMedia.com

    #Salam hangat dari Ponorogo-Jogja, terima kasih….#

  4. fanz
    January 19th, 2010 @ 14:03

    jadi kita ga boleh suudzan sama orang dulu yah mas? :)

    #Jelas dong, khan sudah ada aturan agamanya#
    fanz´s last blog ..Banyak Spam?? Kini Ga Lagi.. My ComLuv Profile

  5. marsudiyanto
    January 19th, 2010 @ 17:06

    Penasaran !
    Pengin tau nama Pak Ali yang sebenarnya…

    #Ya….mirip-mirip kok Pak, cuma saya plesetkan sedikit….ayo!! siapa?#

  6. nakjaDimande
    January 19th, 2010 @ 20:35

    ‘melayani’ semoga bisa menjadi kebutuhan bagiku, bukan lagi kewajiban yang menyesakkan jiwa

    #Memang perlu perjuangan batin dan kebiasaan kok Bundo#

  7. radya
    January 21st, 2010 @ 15:37

    jadi inget buku Quantum Ikhlas..
    semakin ikhlas.. semakin banyak keajaiban…

    #Tidak ikhlas tidak ada keajaiban…….# :)

  8. pakne galuh
    January 21st, 2010 @ 16:29

    bener mas,sing penting ikhlas.

    ikhlas melayani <<<<kok mirip ama motonya….

    #Melayani dengan hati itu ya……..hehehe#

  9. isnuansa
    January 21st, 2010 @ 19:33

    Di setiap bidang pekerjaan, pasti ada saja ya, masalah seperti itu, kecuali jika kita mempekerjakan diri sendiri, enterpreneur…

  10. mandor tempe
    January 22nd, 2010 @ 15:55

    ternyata suara panggilan jarak jauh itu asalnya dari sini :P

    #m4stono
    Kesalahan yang terjadi dalam artikel itu merupakan kesengajaan :mrgreen: jadi saya harus bayar berapa :P ?
    mandor tempe´s last blog ..Gudang limbah My ComLuv Profile

  11. Zico Alviandri
    January 22nd, 2010 @ 17:43

    Poinnya, melayani dengan hati. Thx for sharing :)

  12. sunandarajang
    January 23rd, 2010 @ 09:01

    ass.lam kenal dari saya.semoga perkenalan kita memanjangkan tali silaturahmi

    #Salam kenal balik, Amin#

  13. kyra.curapix
    January 24th, 2010 @ 00:16

    mampir sambil kasi komen saja ahh

    #Silahkan dan selamat datang#
    kyra.curapix´s last blog ..Reliable and Convenient Web Hosting My ComLuv Profile

  14. citromduro
    January 25th, 2010 @ 02:07

    datang berkunjung mas
    sambil cek kiriman ping dari WP sebagai anggap sedikit meneliti antar blogspot dan WP

    ternyata ping disini belum ada

    salam dari pamekasan madura

  15. duadua
    January 26th, 2010 @ 08:12

    kita memang bisa mengambil hikmah dari kejadian. semoga dengan itu kita semakin dewasa

  16. ceuceusovi
    January 29th, 2010 @ 18:46

    dalam hal pekerjaan.. saya rasa kita profesional saja.. ada saatnya kita menuntut jika memang hak kita tidak diterima, dan secara bersamaan, kewajiban juga harus kita laksanankan sebaik-baiknya.. selanjutnya..kita serahkan pada Allah .. Allah sang maha Adil.. sang maha Tahu …

  17. narno
    January 30th, 2010 @ 05:34

    melayani dengan ikhlas membuat kita bekerja lebih nyaman, tak terpikirkan apa imbalan yang seharusnya kita terima, sedangkan imbalan itu pastilah ada, kalau tidak di dunia di akhirat pastilah ada

  18. dian
    February 3rd, 2010 @ 10:22

    wah komentar saya ngak disetujui sama adminnya nih hehehehe
    dian´s last blog ..Bisnis Hosting Yuk! My ComLuv Profile

  19. Adelays
    February 9th, 2010 @ 10:50

    Weitsss..
    Dalam bener.. hikmahnya..
    Tapi memang kalo kita punya rasa yang namanya ikhlas..

    insya allah adem ayem hati kita..
    mudah2an allah melapangkan rezeki kita semua

  20. narno
    February 12th, 2010 @ 09:57

    kembali menyapa sahabat

  21. Eka Situmorang-Sir
    February 15th, 2010 @ 13:37

    Setuju mas :)
    kita lakukan bagian kita dan Tuhan yang mengaturnya nanti…

    btw linkinya udh aku pasang di CE yah :)
    Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Surat Tanpa Perangko My ComLuv Profile

  22. bidakarabagus
    February 20th, 2010 @ 22:58

    kunjungan berkala salam hangat dari menteng dalam.
    apapun kalau ikhlas mengalir kaya air ,merdeka dihati.

Leave a Reply





CommentLuv Enabled
  • Participate:

  • Online:

  • Awan Tag

  • Tamu ngawur

  • Partner links

  • Search engine optimization by SEO Design Solutions